Santo Yohanes Don Bosco
31 Januari 2026 | 00.00 WIB
Komik ini mengisahkan Santo Yohanes Don Bosco, anak sederhana dari Becchi yang sejak kecil belajar bahwa hidup adalah tentang mengasihi dan menjaga sesama. Melalui sebuah mimpi rohani, ia dipanggil untuk merangkul anak-anak yang terluka dan tersesat dengan kelembutan, bukan dengan kekerasan. Setelah menjadi imam, Don Bosco membangun Oratorio Valdocco sebagai rumah tempat anak-anak miskin bisa belajar, bermain, berdoa, dan merasakan diri dicintai. Hingga akhir hidupnya, kasihnya tetap hidup dan mimpinya terus berlanjut dalam setiap tawa anak di seluruh dunia.
Fransiskus Xaverius SJ di Kepulauan Rempah
7 Desember 2025 | 00.00 WIB
Karya Santo Fransiskus Xaverius SJ di Kepulauan Rempah mengajak kita berlayar ke Nusantara abad ke-16, di antara angin laut, perahu kayu, dan mimpi besar untuk orang-orang Timur. Temukan perjalanan penuh keberanian, kehangatan, dan kisah-kisah kecil yang menyentuh hati dari Ambon, Ternate, hingga pulau-pulau terpencil. Termasuk kisah unik ketika seekor kepiting membawa kembali kalung salib Xaverius yang terjatuh ke dalam laut saat gelombang besar menghantam perahu yang ia tumpangi.
Santo Albertus Magnus: Si Jenius Rendah Hati yang Mengubah Dunia
30 November 2025 | 00.00 WIB
Santo Albertus Magnus bukan hanya pintar, ia punya rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Ia belajar dari buku, dari alam, dari pengalaman, dan dari Tuhan sendiri. Dari hutan, bunga, sampai langit malam—semuanya jadi kelas baginya. Ia juga guru yang menemukan bakat besar muridnya, Thomas Aquinas, dan pemimpin Gereja yang tetap rendah hati meski punya kedudukan tinggi. Kisahnya mengajarkan kita bahwa ilmu dan iman bukan musuh—keduanya saling melengkapi.
Santa Elisabet dari Hungaria
19 November 2025 | 00.00 WIB
Santa Elisabet dari Hungaria (1207-1231) adalah seorang putri Hungaria yang menjadi biarawati Fransiskan dan dikenal karena kebaikannya kepada orang miskin. Ia lahir di Sárospatak, Hungaria, sebagai putri Raja Andrew II dari Hungaria, dan dikenal karena kesalehannya dan kebaikannya kepada orang miskin, sering mengunjungi rumah sakit dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang sakit dan miskin.
Mgr Soegijapranata Sang Penjaga Persatuan
8 November 2025 | 00.00 WIB
Mgr. Soegijapranata, seorang tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, dikenal sebagai penjaga persatuan bangsa. Dalam masa-masa penuh tantangan, beliau memimpin dengan keberanian dan visi yang mendalam untuk membangun harmoni antar berbagai kelompok, khususnya dalam mempertahankan keutuhan Indonesia. Sebagai seorang uskup yang bijaksana, Mgr. Soegijapranata menjadi simbol kekuatan moral yang mempersatukan umat, bahkan di tengah berbagai perbedaan politik dan budaya yang ada.
Santo Yohanes de Britto, SJ Mewartakan Kristus Hingga ke India
1 November 2025 | 00.00 WIB
Di tanah India yang penuh warna, Yohanes belajar bahasa Tamil, mengenakan pakaian sederhana, dan hidup di tengah rakyat kecil. Ia tak membawa kemewahan, hanya membawa kasih Kristus yang mengubah hati banyak orang. Namun, perjalanan imannya tak mudah — penganiayaan, penjara, dan akhirnya kemartiran menjadi bagian dari kisah heroiknya.
Santo Yohanes Paulus II
25 Oktober 2025 | 00.00 WIB
Santo Yohanes Paulus II, yang lahir dengan nama Karol Wojtyła di Polandia pada 18 Mei 1920, adalah Paus pertama dari luar Italia dalam lebih dari 450 tahun. Dia terpilih menjadi Paus pada tahun 1978 dan memimpin Gereja Katolik selama 27 tahun hingga wafat pada 2 April 2005. Dikenal karena perjalanan pastoralnya ke berbagai negara, peranannya dalam menjatuhkan tirani komunis di Eropa Timur, serta upayanya dalam mempromosikan perdamaian dan dialog antar agama. Beliau dikanonisasi sebagai santo pada 27 April 2014 oleh Paus Fransiskus.
Santa Teresia dari Yesus
18 Oktober 2025 | 00.00 WIB
Santa Teresia dari Yesus lahir pada 28 Maret 1515 di Ávila, Spanyol, dalam keluarga besar yang penuh kasih. Sejak kecil, ia telah menunjukkan kecintaan mendalam pada Tuhan dan memiliki imajinasi luar biasa, bahkan pernah berencana menjadi martir. Setelah kehilangan ibunya pada usia 12 tahun, Teresia merasa dekat dengan Bunda Maria dan mulai menjalani hidup spiritual. Ia akhirnya menjadi biarawati Karmel meski sempat ditentang ayahnya. Teresia dikenal sebagai pembaharu yang mendirikan biara-biara dengan kehidupan sederhana, penuh doa, dan cinta kepada Tuhan.
Santo Fransiskus Assisi
4 Oktober 2025 | 00.00 WIB
Santo Fransiskus dari Assisi lahir pada 1182 di Italia sebagai Yohanes, yang diubah ayahnya menjadi Francesco. Meski kaya, ia merasa kosong dan kembali dari Perang Salib setelah sehari. Ia memilih hidup sederhana, menunjukkan belas kasih kepada penderita kusta, dan menjual milik keluarga untuk membangun gereja. Fransiskus mendirikan ordo biarawan dan dikenal karena kisahnya dengan burung dan serigala Gubbio.
Santo Arnoldus Janssen
15 September 2025 | 00.00 WIB
Santo Arnoldus Janssen: Imam Visioner dari Goch Dari kota kecil Goch, Jerman, Arnoldus Janssen tumbuh dalam doa dan kesederhanaan. Di tengah masa sulit Gereja, ia berani memulai langkah baru dengan menulis, mendirikan rumah misi di Steyl, dan membentuk Serikat Sabda Allah. Dari benih kecil itu lahirlah ribuan misionaris yang diutus ke seluruh dunia. Hidupnya menjadi teladan doa, keberanian, dan kesetiaan pada Sabda Allah.
Santo Andreas Kim Tae-gon
14 September 2025 | 00.00 WIB
Santo Andreas Kim Tae-gon, imam pertama dari Korea, menunjukkan keberanian luar biasa di tengah penganiayaan Dinasti Joseon. Meski masih muda, ia rela menempuh perjalanan jauh demi menjadi imam, kembali ke tanah airnya untuk melayani umat, dan akhirnya mati martir pada usia 25 tahun. Teladannya mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Kristus lebih berharga daripada hidup itu sendiri.
Santa Teresa dari Kalkuta
13 September 2025 | 00.00 WIB
Mari kita melayani dengan cinta,” ujar Teresa. Kerja keras dan cintanya terdengar sampai ke seluruh dunia. Tahun 1979, ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian. “Hadiah ini untuk orang miskin, bukan untuk pesta,” katanya dengan rendah hati. Ibu Teresa terus berjalan bersama anak-anak miskin, membangun rumah bagi yang sakit, yatim piatu, dan yang terlantar. “Terima kasih, Ibu Teresa,” ucap seorang anak kecil.